Literatur review : Atresia Duktus Hepatikus pada Anak

Penulis

  • Lisnawati Lisnawati Mandala Waluya University
  • Rikmal Jaya Mandala Waluya University
  • Sarni Sakir Mandala Waluya University
  • Nurjanna Hamsin Mandala Waluya University
  • Putri Nadia Mandala Waluya University
  • Anisa Purnamasari Mandala Waluya University

Kata Kunci:

Biliary Atresia, Liver Transplantation, Pediatrics

Abstrak

Latar Belakang: Penelitian terkait atresia bilier (BA) dan transplantasi hati pediatrik perkembangan kognitif pasca-transplantasi, perubahan mikrobioma usus dan homeostasis asam empedu setelah transplantasi, insiden dan faktor risiko sindrom pascareperfusi (PRS), peran HMGB1 pada sindrom gangguan pernapasan akut pediatrik (PARDS) pasca-LDLT pengalaman psikososial orang tua. Atresia bilier (BA) merupakan penyakit hati obstruktif pediatrik yang progresif dan langka yang membutuhkan intervensi dini. Meskipun terdapat penelitian ekstensif tentang BA, tantangan tetap ada dalam diagnosis dini, prediksi hasil, dan standarisasi manajemen.

Tujuan :  Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak LT pada BA, termasuk pengaruhnya terhadap mikrobioma usus, respons psikologis orang tua, efektivitas biaya, dan identifikasi faktor risiko sindrom pascareperfusi (PRS).

Metode:  penelitian ini menggunakan pendekatan pencarian Literature melalui data Base seperti Pubmed, Google Search, Google Scholar,dan Science Direct dengan mengguanakan Kata Kunci Biliary Atresia, Liver Transplantation, dan Pediatrics. Artikel yang dipilih Adalah artikel yang memenuhi kriteria sebagai berikut yaitu Artikel Full Text terbitan tahun 2021-2025, dalam Bahasa Inggris atau Indonesia. Hasil pencarian berdasarkan kriteria dan katakunci didapatkkan 10 artikel yang layak untuk di review.

Hasil:  Penelitian ini menyoroti bahwa LT sebagian memulihkan komposisi mikrobioma usus, meskipun perbedaan komposisi mikroba masih ada 2+ tahun setelah transplantasi. Orang tua mengalami perubahan dinamis dalam pengalaman pascatrauma mereka, dan strategi intervensi yang disesuaikan penting untuk meningkatkan pertumbuhan pascatrauma. Pendaftaran Liver Transplantation (LT) pada skor PELD <15 lebih hemat biaya untuk mencegah kematian. Hipotermia dan waktu iskemia dingin graft merupakan faktor risiko independen untuk PRS.

Kesimpulan:  LT sebagian memulihkan komposisi mikrobioma usus, dan perubahan keragaman berkorelasi dengan sintesis asam empedu sekunder. Pengalaman orang tua dalam pertumbuhan pascatrauma melibatkan perubahan yang dinamis, dan strategi intervensi yang disesuaikan penting. Pendaftaran LT pada skor PELD yang lebih rendah lebih hemat biaya, dan hipotermia serta waktu iskemia dingin graft merupakan faktor risiko independen untuk PRS. Temuan ini memberikan wawasan penting untuk manajemen BA dan meningkatkan luaran pasien.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-01-03

Cara Mengutip

Lisnawati, L., Jaya, R., Sakir, S. ., Hamsin, N., Nadia, P., & Purnamasari, A. . (2026). Literatur review : Atresia Duktus Hepatikus pada Anak. FKF, 2(1), 21-32. Diambil dari https://banisalehjurnal.ubs.ac.id/index.php/jhps/article/view/224