https://banisalehjurnal.ubs.ac.id/index.php/jhps/issue/feedJournal of Health and Pharmaceutical Sciences 2026-01-03T06:45:24+00:00Indah Puspitasarilppm@ubs.ac.idOpen Journal Systems<p>The <strong data-start="4" data-end="60">Journal of Health and Pharmaceutical Sciences (JHPS)</strong> is a peer-reviewed scholarly journal that publishes high-quality research articles, reviews, and scientific studies in the fields of health sciences, nursing, and pharmaceutical sciences. The journal welcomes contributions related to public health, nursing practice, clinical pharmacy, drug development, and other relevant areas aimed at advancing knowledge, improving healthcare quality, and supporting scientific innovation. JHPS serves as a platform for researchers, academics, and practitioners to disseminate evidence-based findings that contribute to the development of health, nursing, and pharmaceutical professions.</p>https://banisalehjurnal.ubs.ac.id/index.php/jhps/article/view/214LITERATUR REVIEW : KUALITAS HIDUP DAN DUKUNGAN PSIKOSOSIAL ANAK DENGAN SINDROM NEFROTIK 2026-01-02T12:11:52+00:00Lisnawati Lisnawatilisnawati150290@gmail.comAinun MardiahAinunmardiahainun51@gmail.comAstriani Patiwaelastrianipattiwael@gmail.comSuci Ramadanisrmdn558@gmail.comDimas Eko Prasetyodimasekaprasetyo15@gmail.comAnisa Purnamasarianisa.purnamasari91@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td> <p><strong>Latar Belakang</strong>: Sindrom nefrotik adalah gangguan pada ginjal yang ditandai dengan peningkatan kadar protein dalam urine akibat kebocoran pada glomerulus, yaitu bagian ginjal yang berfungsi menyaring darah. Kondisi ini merupakan salah satu penyakit ginjal kronis yang paling sering terjadi pada anak-anak, dengan angka kejadian sekitar 2–7 kasus per 100.000 anak setiap tahun di seluruh dunia. Di Indonesia, sindrom nefrotik paling banyak ditemukan pada anak usia 2–8 tahun, dengan rasio laki-laki dan perempuan sekitar 2:1. Kondisi ini sering menyebabkan pembengkakan tubuh, kelelahan, dan peningkatan risiko infeksi, sehingga memerlukan perawatan jangka panjang..</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi kualitas hidup dan dukungan psikososial pada anak dengan sindrom nefrotik. </p> <p><strong>Metode</strong>: Pencarian literatur sistematik dilakukan menggunakan ScienceDirect dan PubMed, dengan menerapkan istilah Boolean dan batasan pada artikel full-text yang diterbitkan antara tahun 2021 hingga 2025 untuk mengidentifikasi studi yang relevan.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan kata kunci, dengan fokus pada kualitas hidup dan dukungan psikososial pada anak dengan sindrom nefrotik..</p> </td> </tr> </tbody> </table> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Kualitas hidup anak dengan sindrom nefrotik dipengaruhi oleh faktor medis, sosial, dan psikologis. Pendekatan holistik yang melibatkan keluarga, tenaga kesehatan, dan lingkungan sosial anak sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan mendukung perkembangan optimal mereka meskipun hidup dengan penyakit kronis</p>2026-01-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Health and Pharmaceutical Sciences https://banisalehjurnal.ubs.ac.id/index.php/jhps/article/view/300LITERATUR REVIEW : GLOMERULONEFRITIS AKUT DAN KRONIS (GNA & GNC) PADA ANAK2026-01-03T06:45:24+00:00Anisa Purnamasarianisapurnamasari91@gmail.comRifal Anugrahrifalanugrah14@gmail.comAyu Yuliana Sariayuyulianasari69@gmail.comNurul Apriantinurulaprianti184@gmail.comAnisa Anisaanisajihanfadila21@gmail.comLisnawati Lisnawatilisnawati150290@gmail.comNazaruddin Nazaruddinnazaruddinade@gmail.com<p><strong>Latar Belakang: </strong>Glomerulonefritis Akut (GNA) dan Glomerulonefritis Kronis (GNC) merupakan gangguan inflamasi ginjal pada anak yang disebabkan oleh proses imunologis akibat infeksi Streptococcus β- hemolitikus grup A. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan global karena dapat menimbulkan komplikasi berat seperti hipertensi, gagal ginjal akut, bahkan penyakit ginjal kronik.</p> <p><strong>Tujuan: </strong>Tujuan dari review ini adalah untuk mengetahui gambaran Glomerulonefritis Akut dan Kronis (GNA & GNC) pada anak.</p> <p><strong>Metode: </strong>Pencarian literatur dilakukan secara sisematis pada beberapa database yaitu ScienceDirect, PubMed dan Google Scholar dengan menggunakan Bolean terms dan pembatasan untuk menemukan artikel yang tepat dalam menjawab pertanyaan penelitian dengan kriteria pembatasan yaitu artikel full-text dan publikasi artikel tahun 2021-2025 <strong>Hasil: </strong>Pencaharian tersebut ditemukan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria dan kata kunci yang telah di tetapkan.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Glomerulonefritis Akut dan Kronis (GNA & GNC) pada anak merupakan peradangan ginjal yang menyebabkan hematuria, edema, dan hipertensi. Penatalaksanaan difokuskan pada pengendalian tekanan darah, keseimbangan cairan, serta pencegahan kerusakan ginjal lebih lanjut.</p>2026-01-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Health and Pharmaceutical Sciences https://banisalehjurnal.ubs.ac.id/index.php/jhps/article/view/337MANAJEMEN CAIRAN PADA ANAK DENGAN DENGUE HAEMORHAGIC FEVER: LITERATUR REVIEW2026-01-02T12:05:39+00:00Anisa Purnamasarianisa.purnamasari91@gmail.comDidit Kurniawandiditkurniawan1412@gmail.comDhija Almaida BandaBandaijaabanda@gmail.comOi Azzahra ZaiOiazzahrazia2003@gmail.comLisnawati Lisnawatilisnawati150290@gmail.com<p><strong>Latar Belakang: </strong>Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) merupakan salah satu penyakit infeksi tropis dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, terutama pada anak-anak. Penatalaksanaan cairan menjadi komponen utama terapi untuk mencegah terjadinya Dengue Shock Syndrome (DSS) dan komplikasi berat lainnya. Tujuan literature review ini adalah untuk menganalisis efektivitas dan keamanan berbagai strategi resusitasi cairan pada anak dengan DHF. Beberapa penelitian menemukan bahwa rasio koloid terhadap kristaloid ≥1,6 dan akumulasi cairan lebih dari 15% dalam 72 jam berhubungan dengan meningkatnya risiko ARF dan AKI. Dan strategi konservatif dengan pemantauan ketat terhadap status hemodinamik dan fungsi organ terbukti menunjukkan hasil klinis yang baik.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Tujuan literature review ini adalah untuk menganalisis efektivitas dan keamanan berbagai strategi manajemen cairan pada anak dengan DHF.</p> <p><strong>Metode:</strong> Studi ini menggunakan Bolean Trems, pencarian literatur dilakukan secara sistematis pada beberapa database, termasuk Science Direct, Pub Med, dan Google Scholar.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Secara umum, hasil dari seluruh jurnal menunjukkan bahwa pengelolaan cairan menjadi faktor utama dalam keberhasilan terapi pasien dengue hemorrhagic fever (DHF) dan dengue shock syndrome (DSS). Cairan kristaloid terbukti lebih efektif dan aman dibandingkan koloid, karena penggunaan koloid berlebih dapat menyebabkan overhidrasi dan gangguan pernapasan. Pemberian cairan dalam jumlah moderat dengan pemantauan ketat mampu menurunkan risiko komplikasi serta angka kematian.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> manajemen cairan memiliki peran yang sangat penting dalam tatalaksana anak dengan dengue hemorrhagic fever (DHF) dan dengue shock syndrome (DSS), di mana keseimbangan antara kebutuhan cairan dan risiko peningkatan cairan menjadi faktor penentu keberhasilan terapi.</p>2026-01-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Health and Pharmaceutical Sciences https://banisalehjurnal.ubs.ac.id/index.php/jhps/article/view/224Literatur review : Atresia Duktus Hepatikus pada Anak2026-01-02T12:10:26+00:00Lisnawati Lisnawatilisnawati150290@gmail.comRikmal Jayarikmaljaya8@gmail.comSarni Sakirsarnisakir17@gmail.comNurjanna Hamsinnurjanna24agustus2005@gmail.comPutri Nadiamilamil42004@gmail.comAnisa Purnamasarianisa.purnamasari91@gmail.ccom<table> <tbody> <tr> <td> <p><strong>Latar Belakang:</strong> Penelitian terkait atresia bilier (BA) dan transplantasi hati pediatrik perkembangan kognitif pasca-transplantasi, perubahan mikrobioma usus dan homeostasis asam empedu setelah transplantasi, insiden dan faktor risiko sindrom pascareperfusi (PRS), peran HMGB1 pada sindrom gangguan pernapasan akut pediatrik (PARDS) pasca-LDLT pengalaman psikososial orang tua. Atresia bilier (BA) merupakan penyakit hati obstruktif pediatrik yang progresif dan langka yang membutuhkan intervensi dini. Meskipun terdapat penelitian ekstensif tentang BA, tantangan tetap ada dalam diagnosis dini, prediksi hasil, dan standarisasi manajemen.</p> <p><strong>Tujuan :</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak LT pada BA, termasuk pengaruhnya terhadap mikrobioma usus, respons psikologis orang tua, efektivitas biaya, dan identifikasi faktor risiko sindrom pascareperfusi (PRS).</p> <p><strong>Metode:</strong> penelitian ini menggunakan pendekatan pencarian Literature melalui data Base seperti Pubmed, Google Search, Google Scholar,dan Science Direct dengan mengguanakan Kata Kunci Biliary Atresia, Liver Transplantation, dan Pediatrics. Artikel yang dipilih Adalah artikel yang memenuhi kriteria sebagai berikut yaitu Artikel Full Text terbitan tahun 2021-2025, dalam Bahasa Inggris atau Indonesia. Hasil pencarian berdasarkan kriteria dan katakunci didapatkkan 10 artikel yang layak untuk di review.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Penelitian ini menyoroti bahwa LT sebagian memulihkan komposisi mikrobioma usus, meskipun perbedaan komposisi mikroba masih ada 2+ tahun setelah transplantasi. Orang tua mengalami perubahan dinamis dalam pengalaman pascatrauma mereka, dan strategi intervensi yang disesuaikan penting untuk meningkatkan pertumbuhan pascatrauma. Pendaftaran Liver Transplantation (LT) pada skor PELD <15 lebih hemat biaya untuk mencegah kematian. Hipotermia dan waktu iskemia dingin graft merupakan faktor risiko independen untuk PRS.</p> </td> </tr> </tbody> </table> <p><strong>Kesimpulan:</strong> LT sebagian memulihkan komposisi mikrobioma usus, dan perubahan keragaman berkorelasi dengan sintesis asam empedu sekunder. Pengalaman orang tua dalam pertumbuhan pascatrauma melibatkan perubahan yang dinamis, dan strategi intervensi yang disesuaikan penting. Pendaftaran LT pada skor PELD yang lebih rendah lebih hemat biaya, dan hipotermia serta waktu iskemia dingin graft merupakan faktor risiko independen untuk PRS. Temuan ini memberikan wawasan penting untuk manajemen BA dan meningkatkan luaran pasien.</p>2026-01-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Health and Pharmaceutical Sciences https://banisalehjurnal.ubs.ac.id/index.php/jhps/article/view/332LITERATUR REVIEW : ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME (AIDS) PADA KLIEN ANAK2026-01-02T12:06:53+00:00Anisa Purnamasarianisa.purnamasari91@gmail.comMuhamad Junaiddin Aanamuhamadjunaiddinaana@gmail.comWafanjar Wafanjarwwafanjar@gmail.comAdila Nur Arifahadilatkn09@gmail.comNur Aebinuraebinuraebi18@gmail.comLisnawati Lisnawatilisnawati150290@gmail.com<p><strong>Latar Belakang: </strong><em>Human Immunodeficiency Virus</em> (HIV) merupakan RNA retrovirus yang menyebabkan <em>Acquired Immunodeficiency Syndrome</em> (AIDS), yaitu kondisi di mana terjadi kegagalan sistem imun tubuh secara progresif. Penularan HIV dapat terjadi melalui hubungan seksual, transfusi darah atau produk darah yang terkontaminasi, serta transmisi dari ibu ke bayi baik secara intrapartum, perinatal, maupun melalui ASI. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2019) menyebutkan bahwa salah satu cara penularan HIV adalah penularan HIV dari ibu ke janin atau bayi. Menurut Kementerian Kesehatan RI (2019), 90% anak tertular HIV karena ditularkan dari ibu. Penularan ini terjadi ketika terjadi peradangan, infeksi, atau kerusakan pada sawar plasenta.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Untuk membandingkan berbagai metode pengobatan HIV/AIDS Khususnya ARV (antiretroviral) pada anak-anak. Penekanan khusus diberikan pada hasil klinis, efek samping, dan dampak psikologis.</p> <p><strong>Metode:</strong> Pencarian literatur dilakukan secara sistematis melalui database ScienceDirect dan Google Scholar menggunakan <em>Boolean terms</em> dengan pembatasan artikel <em>full-text</em> yang diterbitkan pada tahun 2023–2025. Pencarian literatur dilakukan secara sisematis pada beberapa database yaitu ScienceDirect and PubMed dengan menggunakan Bolean terms dan pembatasan untuk menemukan artikel yang tepat dalam menjawab pertanyaan penelitian dengan kriteria pembatasan yaitu artikel full-text dan publikasi artikel tahun 2023-2025.</p> <p><strong>Hasil: </strong> Pencaharian tersebut ditemukan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria dan kata kunci yang telah di tetapkan.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Edukasi, dukungan sosial, dan akses pelayanan kesehatan yang baik berperan penting dalam pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS di Indonesia, serta diperlukan peningkatan penelitian dan publikasi ilmiah untuk memperkuat dasar kebijakan kesehatan nasional.</p>2026-01-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Health and Pharmaceutical Sciences