Journal of Health and Pharmaceutical Sciences
https://banisalehjurnal.ubs.ac.id/index.php/jhps
<p>The <strong data-start="4" data-end="60">Journal of Health and Pharmaceutical Sciences (JHPS)</strong> is a peer-reviewed scholarly journal that publishes high-quality research articles, reviews, and scientific studies in the fields of health sciences, nursing, and pharmaceutical sciences. The journal welcomes contributions related to public health, nursing practice, clinical pharmacy, drug development, and other relevant areas aimed at advancing knowledge, improving healthcare quality, and supporting scientific innovation. JHPS serves as a platform for researchers, academics, and practitioners to disseminate evidence-based findings that contribute to the development of health, nursing, and pharmaceutical professions.</p>LPPM Universitas Bani Salehen-USJournal of Health and Pharmaceutical Sciences 3123-8734Hubungan Kepercayaan Diri Dengan Kecemasan Pada Mahasiswa Fakultas Kesehatan Dan Farmasi Dalam Mengerjakan Tugas Akhir
https://banisalehjurnal.ubs.ac.id/index.php/jhps/article/view/27
<p><strong>Latar Belakang</strong>: Kecemasan berdampak negatif pada penyelesaian tugas akhir mahasiswa seperti mengganggu kinerja mahasiswa dalam menyelesaikan tugas. Dalam mengerjakan tugas akhir, perlu adanya kepercayaan diri yang berupa perasaan yakin atas kemampuan yang dimiliki tanpa ada rasa ragu yang mereka pikirkan. </p> <p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan pada mahasiswa fakultas kesehatan dan farmasi dalam mengerjakan tugas akhir.</p> <p><strong>Metode</strong>: Metode ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif analitik korelasional dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yang berjumlah 113 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner lauster dan kuesioner <em>Zung Self-Rating Anxiety Scale</em> (ZSAS). Analisa univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan spearman rank karena kedua variable bersifat ordinal.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Kepercayaan diri tinggi memiliki kecemasan ringan (47,8%), (29,2%) yang juga memiliki kepercayaan diri tinggi dengan kecemasan sedang, (17,7%) memiliki kepercayaan sedang dengan kecemasan sedang, (2,2%) memiliki kepercayaan diri sedang dengan kecemasan berat, dan (1,1%) memiliki kepercayaan diri rendah dengan kecemasan ringan. Uji spearman rank menunjukan koefisien korelasi r = -0,422 menunjukan bahwa terdapat hubungan yang berkekuatan sedang dengan p value 0,000.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Terdapat hubungan kepercayaan diri dengan kecemasan pada mahasiswa fakultas kesehatan dan farmasi dalam mengerjakan tugas akhir.</p> <p><strong>Saran</strong>: Hasil penelitian ini diharapkan mahasiswa dapat membangun kepercayaan diri secara bertahap dan mengembangkan potensi serta kemampuan diri agar lebih siap menghadapi tugas akhir, sehingga dapat mengurangi tingkat kecemasan.</p>Holidah RambeYusrini YusriniAty Nurillawaty
Copyright (c) 2026 Journal of Health and Pharmaceutical Sciences
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-262026-01-26228793Gambaran Kejadian Depresi Postpartum pada Ibu Pasca Melahirkan di Wilayah Kerja Puskesmas Bahagia
https://banisalehjurnal.ubs.ac.id/index.php/jhps/article/view/152
<p><strong>Latar Belakang: </strong>Depresi <em>postpartum </em>adalah gangguan psikologis yang sering terjadi pada wanita setelah melahirkan. Kondisi ini dapat menyebabkan ibu tidak mampu merawat bayinya, serta beresiko menimbulkan komplikasi akibat ketidakpatuhan terhadap anjuran kesehatan. Pada bayi, dampaknya meliputi gangguan makan, sulit tidur, dan sering menangis. Dalam kasus berat, dapat memicu keinginan bunuh diri atau membahayakan bayi. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini untuk mengetahui gambaran kejadian depresi <em>postpartum </em>pada ibu pasca melahirkan di wilayah kerja Puskesmas Bahagia. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif <em>observasional</em> dan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>pusposive sampling </em>dan instrument EPDS dengan total responden 331 ibu <em>postpartum. </em><strong>Hasil: </strong>Dari 331 responden, mayoritas (81,6%) berada pada usia reproduksi sehat (20–35 tahun) dan (10,3%) bayi berusia < 11 bulan. Sebagian besar lulusan SMA (52,9%), berparitas multipara (63,1%), tidak bekerja (76,4%), serta memiliki penghasilan diatas UMR (55,3%). Tingkat risiko depresi <em>postpartum </em>menunjukkan (62,8%) responden mengalami risiko ringan, (21,5%) risiko sedang, dan (15,7%) risiko berat. <strong>Kesimpulan: </strong>Ibu <em>postpartum </em>mengalami depresi dengan tingkat risiko ringan hingga berat. Mayoritas berada pada usia reproduksi sehat dan memiliki bayi <11 bulan, masa yang rentan secara psikologis. Pendidikan SMA menunjukkan kesiapan mental berperan penting, paritas multipara lebih rentan karena beban fisik dan emosional yang lebih besar serta ibu tidak bekerja berisiko kelelahan dan kurang waktu untuk diri sendiri. Meski pendapatan di atas UMR, kondisi ekonomi belum tentu menjamin kestabilan psikologis.<strong> Saran: </strong>Diperlukan peningkatan pemantauan dan dukungan psikologis dari keluarga, petugas kesehatan bagi ibu <em>postpartum </em>untuk mencegah dan mengatasi depresi <em>postpartum </em>secara efektif.</p>KhoerunnisaFauziah H WadaYusrini YusriniLu’lu’a Lanahdiayanna
Copyright (c) 2026 Journal of Health and Pharmaceutical Sciences
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-262026-01-26225773GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG PERAWATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SEKOLAH DASAR BANI SALEH 4
https://banisalehjurnal.ubs.ac.id/index.php/jhps/article/view/431
<p>Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut anak-anak di Indonesia merupakan <br />masalah serius dan membutuhkan perhatian serius dari tenaga kesehatan. Mencapai <br />kesehatan optimal, termasuk kesehatan gigi dan mulut, sangat penting untuk <br />meningkatkan kualitas hidup seseorang. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan <br />gigi dan mulut dapat berdampak negatif pada kesehatan mulut individu. Pengetahuan <br />tentang kesehatan gigi dan mulut sangat penting pada masa kanak-kanak karena <br />menjadi dasar untuk penggunaan di masa depan. Kebersihan mulut yang buruk dapat <br />menyebabkan masalah kesehatan lain, seperti malnutrisi akibat berkurangnya nafsu <br />makan karena ketidakmampuan mengunyah makanan. Tujuan: Untuk menentukan <br />gambaran pengetahuan tentang perawatan gigi dan mulut pada anak-anak sekolah <br />dasar Bani Saleh. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif <br />deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas IV-VI. Jumlah <br />sampel adalah 64 orang. Analisis data menggunakanunivariat. Hasil: Hasil analisis <br />pengetahuan responden menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki <br />pengetahuan yang baik sebesar 53 (82,8%), yang memiliki pengetahuan cukup <br />sebanyak 4 (6,2%), sedangkan responden dengan pengetahuan kurang sebanyak 7 <br />(10,9%). Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini, sebagian besar responden memiliki <br />pengetahuan yang baik tentang perawatan gigi dan mulut.</p>Chaerun NissaMeria Woro Asih Minarningtyas
Copyright (c) 2026 Journal of Health and Pharmaceutical Sciences
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-262026-01-26227481GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA TERHADAP HOSPITALISASI ANAK USIA PRA SEKOLAH DI RUANG PERAWATAN ANAK
https://banisalehjurnal.ubs.ac.id/index.php/jhps/article/view/131
<p>Latar Belakang: Hospitalisasi merupakan pengalaman yang dapat <br>menimbulkan dampak emosional, baik bagi anak yang dirawat maupun <br>orang tua. Anak usia prasekolah berada pada tahap perkembangan yang <br>rentan dan belum mampu memahami situasi medis yang dihadapinya. <br>Ketidakmampuan untuk mengungkapkan perasaan, perubahan rutinitas, <br>serta ketergantungan pada orang tua sering kali menimbulkan kecemasan <br>pada anak, yang secara tidak langsung juga menimbulkan kecemasan <br>pada orang tua. Terutama bagi orang tua yang baru pertama kali <br>menghadapi hospitalisasi anak dan kurang mendapat dukungan dari <br>keluarga, tingkat kecemasan cenderung meningkat. Tujuan: Penelitian <br>ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan yang dialami oleh <br>orang tua yang anaknya menjalani hospitalisasi di ruang perawatan anak <br>Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita (RSPJNHK). Metode: <br>Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan <br>instrumen kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Jumlah <br>responden sebanyak 78 orang tua dari anak yang sedang dirawat inap di <br>ruang perawatan anak RSPJNHK. Hasil: Mayoritas responden berusia <br>30–40 tahun (42,3%), berpendidikan SMA (44,9%), bekerja sebagai ibu <br>rumah tangga (66,7%), memiliki penghasilan setara UMR (71,8%), dan <br>sebagian besar berjenis kelamin perempuan (84,6%). Hasil pengukuran <br>menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami tingkat <br>kecemasan sedang (47,4%). Kesimpulan: Orang tua yang anaknya <br>menjalani hospitalisasi di ruang perawatan anak RSPJNHK cenderung <br>mengalami kecemasan dalam kategori sedang.</p>Nunung RismawatiFauziah H WadaYusrini YusriniLu’lu’a Lanahdiayanna
Copyright (c) 2026 Journal of Health and Pharmaceutical Sciences
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-262026-01-26228286Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Ketergantungan Gadget Pada Anak Prasekolah
https://banisalehjurnal.ubs.ac.id/index.php/jhps/article/view/430
<p><strong>Latar Belakang</strong>: Perkembangan anak prasekolah sangat dipengaruhi pola asuh orang tua, termasuk sikap dan nilai yang diberikan. Di era teknologi, penggunaan <em>gadget</em> pada anak prasekolah meningkat dan dapat menyebabkan ketergantungan yang menghambat perkembangan anak. Maka pola asuh orang tua sangat penting dalam mengatur dan mengawasi penggunaan <em>gadget</em> agar anak terhindar dari ketergantungan. </p> <p><strong>Tujuan</strong>: Untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan ketergantungan <em>gadget</em> pada anak prasekolah. </p> <p><strong>Metode</strong>: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menjelaskan korelasi. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan <em>cross sectional</em>. Jumlah sampel penelitian ini 79 responden. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Instrumen yang di gunakan ialah kuesioner <em>Parenting Stayle Questionnaire</em> (PSDQ) dan kuesioner <em>Smartphone Addiction Test</em>. Teknik analisa data menggunakan <em>Spearman Rho </em>. </p> <p><strong>Hasil</strong>: Hasil penelitian ini sebanyak 75 responden (94,9 %) menerapkan pola asuh demokratis dan sebagian besar anak tidak ketergantungan <em>gadget</em> 33 anak (41,8%). Uji <em>Spearman Rho </em> menunjukkan bahwa nilai r = 0,263 dengan nilai p-<em>value</em> 0,019 (p < 0,05). </p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan ketergantungan <em>gadget</em> pada anak prasekolah.</p>Mutiara NurmalaRika HariniPonirah Ponirah
Copyright (c) 2026 Journal of Health and Pharmaceutical Sciences
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-262026-01-262294101