Gambaran Kejadian Depresi Postpartum pada Ibu Pasca Melahirkan di Wilayah Kerja Puskesmas Bahagia

Penulis

  • Khoerunnisa Universitas Bani Saleh
  • Fauziah H Wada Universitas Bani Saleh
  • Yusrini Yusrini Universitas Bani Saleh
  • Lu’lu’a Lanahdiayanna Universitas Bani Saleh

Kata Kunci:

Depresi Postpartum, Ibu Pasca Melahirkan, puskesemas

Abstrak

Latar Belakang: Depresi postpartum adalah gangguan psikologis yang sering terjadi pada wanita setelah melahirkan. Kondisi ini dapat menyebabkan ibu tidak mampu merawat bayinya, serta beresiko menimbulkan komplikasi akibat ketidakpatuhan terhadap anjuran kesehatan. Pada bayi, dampaknya meliputi gangguan makan, sulit tidur, dan sering menangis. Dalam kasus berat, dapat memicu keinginan bunuh diri atau membahayakan bayi. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui gambaran kejadian depresi postpartum pada ibu pasca melahirkan di wilayah kerja Puskesmas Bahagia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif observasional dan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan pusposive sampling dan instrument EPDS dengan total responden 331 ibu postpartum. Hasil: Dari 331 responden, mayoritas (81,6%) berada pada usia reproduksi sehat (20–35 tahun) dan (10,3%) bayi berusia < 11 bulan. Sebagian besar lulusan SMA (52,9%), berparitas multipara (63,1%), tidak bekerja (76,4%), serta memiliki penghasilan diatas UMR (55,3%). Tingkat risiko depresi postpartum menunjukkan (62,8%) responden mengalami risiko ringan, (21,5%) risiko sedang, dan (15,7%) risiko berat. Kesimpulan: Ibu postpartum mengalami depresi dengan tingkat risiko ringan hingga berat. Mayoritas berada pada usia reproduksi sehat dan memiliki bayi <11 bulan, masa yang rentan secara psikologis. Pendidikan SMA menunjukkan kesiapan mental berperan penting, paritas multipara lebih rentan karena beban fisik dan emosional yang lebih besar serta ibu tidak bekerja berisiko kelelahan dan kurang waktu untuk diri sendiri. Meski pendapatan di atas UMR, kondisi ekonomi belum tentu menjamin kestabilan psikologis. Saran: Diperlukan peningkatan pemantauan dan dukungan psikologis dari keluarga, petugas kesehatan bagi ibu postpartum untuk mencegah dan mengatasi depresi postpartum secara efektif.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-01-26

Cara Mengutip

Khoerunnisa, Wada, F. H., Yusrini, Y., & Lanahdiayanna, L. . (2026). Gambaran Kejadian Depresi Postpartum pada Ibu Pasca Melahirkan di Wilayah Kerja Puskesmas Bahagia. FKF, 2(2), 57-73. Diambil dari https://banisalehjurnal.ubs.ac.id/index.php/jhps/article/view/152