AKSI BERSAMA PEDULI BANJIR: KEGIATAN SKRINING KESEHATAN, PENGOBATAN GRATIS DAN EDUKASI KESEHATAN PADA MASAYARAKAT KOTA BEKASI YANG TERDAMPAK BANJIR
Keywords:
PPNI, Pasca Banjir, Pelayanan Kesehatan, Edukasi PsikososialAbstract
Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi di dunia. Hal ini disebabkan oleh letak geografis dan geologis Indonesia yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik utama (Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik), serta iklim tropis yang menjadikan sebagian besar wilayahnya rawan terhadap berbagai jenis bencana, baik bencana geologi seperti gempa bumi, maupun bencana hidrometeorologi seperti banjir dan kebakaran. Salah satu daerah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana adalah wilayah Bekasi yaitu di lingkungan sekitar kampus Universitas Bani Saleh. Wilayah ini secara geografis berada di dataran rendah yang sering mengalami banjir, terutama pada musim hujan. Sistem drainase yang belum optimal serta peningkatan permukiman penduduk memperparah risiko ini. Kegiatan Aksi Bersama peduli banjir dalam pengabdian masyarakat ini diselenggarakan oleh DPD PPNI Kota Bekasi bekerja sama dengan DPK PPNI Stikes Bani Saleh dan DPK sekota Bekasi. Bentuk kegiatan berupa 1) Pelayanan Kesehatan: pemeriksaan tekanan darah, anamnesis keluhan, pemberian obat gratis, serta perawatan luka ringan, 2) Edukasi Kesehatan: penyuluhan mengenai pencegahan penyakit pasca-banjir (ISPA, diare, penyakit kulit), manajemen penyakit kronis, dan pentingnya kebersihan lingkungan. 3) Dukungan Psikososial: kegiatan edukatif dan permainan untuk anak-anak guna mengurangi stres dan trauma pasca-bencana. Menguraikan cara yang digunakan untuk menyelesaikan masalah. Masyarakat wilayah RW 03 yang mengikuti kegiatan di posko kesehatan sebanyak 37 orang yang terdiri dari pasien anak-anak dan dewasa. Program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek berupa bantuan medis dan logistik, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat dalam mitigasi bencana, meningkatkan ketahanan komunitas, serta memperkuat solidaritas sosial antara perguruan tinggi, relawan, dan masyarakat.



