IMPLEMENTASI TWO-FACTOR AUTHENTICATION (2FA) BERBASIS LINEAR CONGRUENTIAL METHOD DAN SHA-256 SEBAGAI PENGAMAN DATA MEDIS JANTUNGIN
DOI:
https://doi.org/10.65624/j7997w98Keywords:
Avalanche Effect, Black-Box, In-Memory, Linear Congruential Method, OTPAbstract
Keamanan sistem informasi medis sangat rentan terhadap serangan siber seperti brute force dan praktik account sharing jika hanya mengandalkan autentikasi faktor tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem Two-Factor Authentication (2FA) berupa One-Time Password (OTP) pada aplikasi JantungIn. Metode pengembangan yang digunakan adalah Rapid Application Development (RAD) dengan pola arsitektur Boundary-Control-Entity (BCE). Pembangkitan kode OTP 6-digit memanfaatkan Linear Congruential Method (LCM) dengan seed deterministik yang dihasilkan dari pemotongan nilai hash SHA-256 (variabel username dan interval waktu 30 detik). Penyimpanan sesi menggunakan in-memory map dengan fitur Auto-Delete guna mencegah replay attack. Sistem diuji menggunakan dua metode: Black-Box Testing dan uji Avalanche Effect. Hasil Black-Box Testing menunjukkan tingkat keberhasilan 100% pada 8 skenario pengujian, termasuk ketahanan saat server di-restart. Hasil uji Avalanche Effect membuktikan bahwa perubahan satu karakter pada parameter masukan memberikan perubahan (Hamming Distance) yang signifikan, mencapai 46,88% pada tahap SHA-256 dan 54,84% pada tahap komputasi LCM, membuktikan ketahanan algoritma terhadap prediksi matematis.







